Kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekologi kini telah menjadi gerakan yang mengakar kuat di kalangan remaja di Jawa Timur. Salah satu contoh yang paling menonjol adalah apa yang terjadi di SMPN 1 Lamongan, di mana semangat untuk menghijaukan sekolah telah bertransformasi menjadi sebuah Gerakan Siswa yang terorganisir dengan sangat baik. Program ini tidak lagi bersifat sukarela semata, melainkan telah menjadi bagian integral dari budaya sekolah yang menekankan pada tanggung jawab lingkungan. Setiap individu di sekolah ini didorong untuk memiliki peran aktif dalam menciptakan ruang publik yang sehat, bersih, dan penuh dengan vegetasi yang memberikan manfaat ekologis jangka panjang.
Inisiatif ini menjadi Makin Masif seiring dengan bertambahnya fasilitas pendukung di sekolah, seperti bank sampah dan rumah kompos. Siswa tidak hanya diajarkan untuk menanam pohon, tetapi juga bagaimana mengelola ekosistem secara menyeluruh. Mereka belajar bahwa tanaman membutuhkan tanah yang sehat, dan tanah yang sehat berasal dari pengolahan limbah organik yang benar. Di SMPN 1 Lamongan, setiap jam istirahat atau kegiatan ekstrakurikuler, terlihat kelompok-kelompok siswa yang dengan antusias merawat taman sekolah. Tidak ada lagi rasa gengsi untuk kotor terkena tanah, karena bagi mereka, memegang tanaman adalah bentuk interaksi paling mulia dengan alam yang telah memberi mereka tempat belajar yang nyaman.
Fokus pada aspek Peduli Lingkungan ini juga mencakup kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai. Pihak sekolah mewajibkan penggunaan wadah makan dan minum yang dapat digunakan kembali, sehingga volume sampah yang dihasilkan setiap harinya menurun drastis. Dengan berkurangnya sampah, area taman dan lahan hijau sekolah menjadi lebih bersih dan indah dipandang mata. Siswa menyadari bahwa polusi plastik adalah musuh utama bagi kesuburan tanah dan tanaman. Melalui edukasi yang konsisten, karakter siswa yang disiplin dan bertanggung jawab mulai terbentuk, menjadikan mereka generasi yang lebih peka terhadap isu-isu lingkungan global yang sedang dihadapi dunia saat ini.
Penciptaan area Lingkungan Hijau di sekolah ini dilakukan dengan memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia, mulai dari lapangan utama hingga sudut-sudut di belakang kelas. Penanaman berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA) serta tanaman hias dilakukan untuk menambah keragaman hayati di lingkungan sekolah.