Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional peserta didik menjadi perhatian utama dalam membangun iklim belajar yang kondusif di sekolah. Sambil mendukung pembentukan tim esport berdisiplin dan berprestasi, penguatan karakter kepedulian sosial terus diprioritaskan. Program konselor sebaya SMPN 1 Lamongan melatih siswa untuk memberikan respon pertama pertolongan emosional bagi teman seperjuangan di sekolah.
Program konselor sebaya dibentuk atas kesadaran bahwa siswa cenderung lebih terbuka menceritakan masalah harian kepada teman sebaya dibanding kepada pendidik. Perwakilan siswa dari berbagai kelas dipilih untuk mendapatkan pembekalan khusus mengenai keterampilan mendengar aktif, empati, serta teknik komunikasi terapeutik dasar. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh guru Bimbingan Konseling (BK) dan tenaga profesional.
Dalam tugas harian, konselor sebaya dilatih untuk mengenali tanda-tanda awal stres, kecemasan, atau perubahan perilaku pada rekan sekelas. Mereka bertindak sebagai pendengar yang netral tanpa menghakimi, memberikan dukungan moril awal, serta membantu meredakan ketegangan emosional. Jika masalah yang dihadapi tergolong berat, konselor sebaya akan mendampingi rekan tersebut untuk berkonsultasi dengan guru BK.
Kehadiran konselor sebaya terbukti menciptakan suasana sekolah yang lebih inklusif dan saling peduli antar sesama siswa. Kasus perundungan, rasa kesepian, serta tekanan akademis dapat terdeteksi lebih cepat melalui jaringan komunikasi antar siswa ini. Budaya empati yang terbangun turut meningkatkan rasa aman dan kenyamanan belajar di kelas.
Pelatihan respon pertama pertolongan emosional ini juga membentuk karakter kepemimpinan dan kecerdasan emosional bagi para konselor sebaya itu sendiri. Mereka belajar mengelola emosi pribadi sambil membantu menyelesaikan konflik sosial secara bijak dan dewasa. Inisiatif ini memperkuat sistem pendukung emosional di lingkungan sekolah.
Langkah pembentukan konselor sebaya di SMPN 1 Lamongan menjadi inspirasi dalam penanganan kesehatan mental di tingkat sekolah menengah. Dukungan emosional yang tepat antar sesama siswa memperkokoh ketahanan mental peserta didik dalam menghadapi perkembangan zaman.