Menghadapi tantangan perubahan iklim yang tidak menentu, kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi potensi bencana alam menjadi prioritas yang sangat mendesak. Mengingat kondisi geografis beberapa wilayah di Jawa Timur, diperlukan langkah sigap untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul saat musim penghujan tiba. Seluruh warga SMPN 1 Lamongan secara rutin mengikuti simulasi keamanan guna memahami prosedur darurat yang harus dijalankan saat terjadi kenaikan debit air. Edukasi mengenai mitigasi bencana tidak hanya sebatas teori di kelas, tetapi juga mencakup pengenalan fungsi rambu jalur evakuasi agar siswa mampu menyelamatkan diri dengan tenang dan terorganisir. Upaya antisipasi yang terencana dengan baik ini merupakan bentuk perlindungan sekolah terhadap keselamatan jiwa siswa serta aset pendidikan dari dampak buruk bencana banjir yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Kesiapsiagaan dimulai dari pemeliharaan infrastruktur drainase sekolah secara berkala. Pembersihan saluran air dari sumbatan sampah dan sedimen lumpur dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar saat intensitas hujan tinggi. Selain itu, pihak sekolah juga melakukan pendataan terhadap barang-barang berharga, seperti dokumen penting dan peralatan elektronik di laboratorium, untuk diletakkan di tempat yang lebih tinggi agar aman dari jangkauan air. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi fondasi utama dalam menjaga lingkungan tetap sehat dan bebas dari ancaman genangan air yang merugikan.
Selain infrastruktur fisik, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kebencanaan sangatlah krusial. Guru dan staf sekolah dibekali dengan keterampilan pertolongan pertama serta manajemen pengungsian mandiri. Siswa juga dilatih untuk tidak panik dan selalu mengikuti instruksi dari petugas keamanan sekolah. Melalui pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah, koordinasi antar lini menjadi lebih cepat dan efektif. Setiap anggota tim memiliki tugas yang jelas, mulai dari pemutusan arus listrik untuk menghindari korsleting hingga memastikan seluruh siswa telah berkumpul di titik kumpul yang aman sebelum bantuan dari pihak luar tiba.