Lamongan, dengan garis pantainya yang panjang dan kekayaan sumber daya perikanan, menyediakan latar belakang ideal untuk pendidikan berbasis lingkungan pesisir. SMPN 1 Lamongan telah mengambil peran sentral dalam memanfaatkan potensi ini melalui program unggulan yang berfokus pada Memajukan Sains Pesisir. Inisiatif ini diwujudkan melalui Hasil Studi Penelitian Siswa Unggulan yang secara konsisten menghasilkan penemuan dan solusi yang relevan dengan masalah lokal.
Program Memajukan Sains Pesisir di SMPN 1 Lamongan adalah upaya sistematis untuk mengubah siswa dari konsumen pengetahuan menjadi produsen pengetahuan. Sekolah ini mendirikan klub penelitian ilmiah yang didukung oleh laboratorium sederhana namun fungsional. Fokus penelitian diarahkan pada isu-isu kontekstual, seperti kualitas air laut, identifikasi jenis-jenis biota laut yang terancam punah, atau pengembangan teknologi pengawetan ikan yang ramah lingkungan.
Kunci keberhasilan program ini terletak pada metodologi Studi Penelitian Siswa Unggulan yang diterapkan. Siswa dilatih tidak hanya dalam pengumpulan data, tetapi juga dalam perumusan hipotesis, analisis statistik dasar, dan yang terpenting, komunikasi ilmiah. Mereka didorong untuk mempresentasikan Hasil Studi Penelitian Siswa Unggulan mereka tidak hanya di depan juri internal, tetapi juga di hadapan komunitas nelayan lokal dan pemerintah daerah. Ini menanamkan rasa kepemilikan dan relevansi pada pekerjaan mereka.
Untuk Memajukan Sains Pesisir, SMPN 1 Lamongan menjalin kemitraan erat dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Kelautan serta akademisi dari universitas terdekat. Kemitraan ini memastikan bahwa standar ilmiah dalam penelitian siswa tetap tinggi dan inovatif. Guru berperan sebagai fasilitator dan mentor, mengarahkan siswa untuk mengeksplorasi topik yang benar-benar baru dan belum banyak diteliti, daripada hanya mengulang eksperimen standar.
Salah satu Hasil Studi Penelitian Siswa Unggulan yang menonjol adalah penelitian tentang potensi alga di pantai Lamongan sebagai bahan baku biofuel atau pakan ternak alternatif. Penelitian ini menunjukkan pemikiran kritis siswa dalam mencari solusi berkelanjutan untuk masalah energi dan ekonomi. Melalui pengalaman ini, siswa tidak hanya menguasai konsep-konsep sains yang kompleks (seperti biokimia dan ekologi), tetapi juga mengembangkan keterampilan problem-solving dan kewirausahaan.