Edukasi mengenai keselamatan dan kesehatan jasmani terus ditingkatkan di lingkungan sekolah guna mengantisipasi kejadian darurat saat beraktivitas. Kegiatan pertolongan pertama ini berjalan seiring dengan pembekalan protokol keselamatan gempa bumi bagi seluruh warga sekolah. Pembekalan materi penanganan cedera otot dan sendi menjadi fokus utama pelatihan yang diikuti oleh anggota PMR dan OSIS. Para peserta diajarkan langkah-langkah praktis dalam menangani gangguan fisik saat berolahraga.
Penerapan metode RICE yang terdiri dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation menjadi materi inti dalam simulasi pertolongan pertama ini. Langkah Rest menekankan pentingnya mengistirahatkan bagian tubuh yang terkilir guna mencegah kerusakan jaringan otot yang lebih parah. Penggunaan Ice atau kompres es bertujuan untuk mengurangi peradangan serta rasa nyeri pada area sendi yang mengalami cedera. Setiap langkah diperagakan secara mendetail oleh instruktur kesehatan berpengalaman.
Tahapan Compression dilakukan dengan membebat area terkilir menggunakan perban elastis secara hati-hati agar tidak menekan aliran darah. Sementara tahapan Elevation mewajibkan posisi organ yang cedera ditinggikan melebihi posisi jantung untuk meminimalkan pembengkakan. Penguasaan metode RICE secara benar terbukti sangat efektif mencegah komplikasi cedera yang kerap dialami para siswa saat berolahraga. Para siswa mempraktikkan prosedur pertolongan ini secara berpasangan.
Pelatihan ini secara langsung meningkatkan kesiapsiagaan tim kesehatan sekolah dalam merespons insiden cedera ringan di lapangan olahraga. Siswa tidak lagi panik saat dihadapkan pada kejadian rekan sebayanya yang mengalami kram otot mendadak. Pengetahuan mengenai tindakan awal yang tepat membantu proses pemulihan cedera menjadi jauh lebih cepat dan aman. Sikap tanggap dan peduli sesama terpatri kuat dalam diri siswa.
Fasilitas kotak P3K di setiap ruang kelas dan area olahraga diperlengkap dengan persediaan perban serta kantong es darurat. Pihak sekolah mengapresiasi keaktifan para peserta dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan medis dasar ini. Keterampilan praktis ini tidak hanya berguna di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pembekalan kesehatan jasmani terus diprioritaskan demi keselamatan bersama.
Melalui pelatihan penanganan cedera ini, sekolah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang aman dan responsif terhadap kondisi darurat. Para siswa kini memiliki kualifikasi dasar dalam memberikan bantuan awal pada kasus cedera otot secara mandiri. Program pembekalan kesehatan ini akan terus diagendakan secara rutin setiap semester baru. Budaya sadar keselamatan fisik pun terbangun dengan sangat baik di sekolah.