SMPN 1 Lamongan mencapai pengakuan penting dengan dinobatkan Menjadi Sekolah Percontohan Kurikulum Merdeka. Status ini diberikan atas keberhasilan sekolah dalam mengimplementasikan kerangka kurikulum baru yang fleksibel dan relevan, dengan fokus pada karakter siswa sebagai inti dari seluruh proses pendidikan. SMPN 1 Lamongan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur dalam menerapkan filosofi merdeka belajar.
Kurikulum Merdeka yang diterapkan oleh SMPN 1 Lamongan memberikan keleluasaan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal siswa. Fleksibilitas ini memungkinkan sekolah untuk lebih mendalami Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang secara langsung berkaitan dengan fokus pada Karakter Siswa. Proyek-proyek yang dilaksanakan sangat partisipatif, seperti eco-brik project atau social enterprise sederhana.
Penerapan Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Lamongan menekankan pengembangan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; gotong royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif. Sekolah memastikan dimensi Karakter Siswa ini terintegrasi bukan hanya dalam P5, tetapi juga dalam setiap mata pelajaran.
Untuk mendukung status Sekolah Percontohan Kurikulum Merdeka, SMPN 1 Lamongan telah melakukan pelatihan intensif bagi guru. Guru didorong untuk beralih dari pengajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered), di mana siswa adalah subjek aktif yang membangun pengetahuannya sendiri. Peran guru kini lebih sebagai mentor dan fasilitator.
Kepala sekolah menyatakan bahwa menjadi Sekolah Percontohan Kurikulum Merdeka adalah komitmen untuk terus berinovasi. Fokus pada Karakter Siswa melalui kurikulum ini adalah upaya SMPN 1 Lamongan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kesiapan untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.