Sebagai salah satu kabupaten dengan garis pantai yang panjang dan kontribusi produksi perikanan yang besar di Jawa Timur, Lamongan menghadapi tantangan besar dalam hal pengolahan hasil laut pasca-panen. Ikan merupakan komoditas yang sangat mudah rusak jika tidak ditangani dengan benar. Menanggapi permasalahan tersebut, siswa di SMPN 1 Lamongan mengembangkan sebuah solusi inovatif melalui Teknik Asap Cair. Metode ini merupakan alternatif modern dari proses pengasapan tradisional yang sering kali dianggap kurang higienis dan memiliki risiko kesehatan akibat paparan asap langsung yang mengandung zat karsinogehik.
Proses pembuatan asap cair dimulai dengan memanfaatkan limbah pertanian atau limbah kayu yang banyak tersedia di sekitar Lamongan. Siswa belajar menggunakan metode pirolisis, yaitu pembakaran material organik dalam ruang tertutup tanpa oksigen untuk menghasilkan uap yang kemudian dikondensasikan menjadi cairan. Melalui Eksperimen yang dilakukan di laboratorium sekolah, siswa berhasil memurnikan cairan tersebut hingga menjadi bahan pengawet alami yang aman bagi makanan. Fokus utama dari riset ini adalah mengekstraksi senyawa fenol dan asam organik dari asap cair yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk pada daging ikan.
Penerapan teknologi ini di lingkungan SMPN 1 Lamongan memberikan wawasan baru bagi siswa mengenai hilirisasi produk perikanan. Mereka mempraktikkan pengolahan ikan segar dengan merendamnya dalam larutan asap cair sebelum dikeringkan atau dikemas. Hasilnya, ikan yang diolah memiliki aroma asap yang khas dan masa simpan yang jauh lebih lama tanpa menggunakan bahan kimia sintetis seperti formalin. Kegiatan ini mendidik siswa untuk menjadi inovator pangan yang mengutamakan kesehatan konsumen serta kualitas produk. Pengawetan Ikan dengan metode ini juga jauh lebih efisien karena tidak memerlukan kayu bakar dalam jumlah banyak seperti pada pengasapan konvensional.
Dari sudut pandang sains, siswa mempelajari kimia pemisahan dan prinsip kondensasi. Mereka harus memahami suhu optimal saat proses pirolisis agar zat-zat berbahaya seperti tar dapat dipisahkan dari produk akhir. Keterampilan laboratorium ini sangat berguna untuk mengasah ketelitian dan logika berpikir saintifik. Selain itu, penggunaan asap cair terbukti mampu mengurangi polusi udara di sekitar tempat pengolahan ikan karena tidak ada asap yang terbuang ke atmosfer secara bebas. Inisiatif dari Lamongan ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah menengah bisa menjadi pusat riset teknologi tepat guna bagi masyarakat lokal.